Cara Menanam Wortel Dengan Benar Dan Urutan Cara Perawatan


Tanaman bernama latin Daucus Carota ialah salah satu jenis sayuran dengan kandungan vitamin A yang tinggi. Hingga ketika ini, wortel sudah banyak dibudidayakan. Beberapa kawasan di Indonesia yang membudidayakan sayuran ini yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Jawa, NTT, Lampung, Bali, Makassar, Ambon, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, dan Papua. Banyaknya petani yang membudidayakan wortel tidak terlepas dari fakta bahwa cara menanam wortel yang mudah untuk dilakukan.





Cara Budidaya Wortel dengan Benar










1. Syarat Tumbuh Tanaman Wortel





Budidaya wortel dapat dimaksimalkan dengan menyesuaikan syarat tanamnya. Wortel sendiri banyak ditanam pada kawasan dengan iklim sedang di musim dingin. Jika wortel dibudidayakan pada dataran rendah, maka tanaman tersebut hanya akan tumbuh tinggi saja dan tidak membentuk umbi.





Adapun beberapa syarat tumbuh tanaman wortel adalah:





  • Memiliki keasaman tanah sekitar 5,5 – 6,5 pH.
  • Suhu optimal untuk budidaya wortel adalah 15,6 – 21,1 derajat Celcius.
  • Area yang cocok untuk budidaya tanaman wortel yakni tempat dengan iklim lembap (1,5-3 bulan kering dalam setahun) dan iklim agak basah (3-4,5 bulan kering dalam setahun).
  • Memiliki kelembaban udara sebesar 80-90%.
  • Wortel memerlukan cahaya matahari selama 9-10 jam per harinya untuk mampu melaksanakan fotosintesis.




Baca Juga : Tips Lengkap Memilih Pupuk Buatan Berkualitas Tinggi untuk Buah Unggulan





2. Menggunakan Bibit Unggul yang Berkualitas





Menggunakan Bibit Unggul yang Berkualitas
(Sumber: Bibitbunga.com)




Benih wortel yang berkualitas akan menciptakan hasil panen menjadi optimal. Berikut ini merupakan beberapa ciri-ciri tanaman wortel yang bagus untuk dijadikan selaku benih:





  • Produktivitas tinggi.
  • Memiliki daya penyesuaian yang baik dengan daerah budidaya.
  • Kebal kepada penyakit.
  • Benih berasal dari tumbuhan wortel yang sudah berusia lebih dari 2 tahun.
  • Memiliki warna umbi yang cerah, berskala besar, dan lurus tak bercabang.




Langkah-langkah menciptakan bibit flora wortel unggul:





  • Pilihlah umbi wortel yang sesuai dengan ciri-ciri diatas.
  • Pilihlah umbi wortel yang cocok dengan persyaratan di atas.
  • Potong ujung umbi sekitar ⅓ dari panjang total umbi wortel.
  • Pangkas daun wortel yang ada di bersahabat pangkal umbi dan sisakan 10 cm.
  • Siapkan bedengan.
  • Taburkan pupuk Trichoderma, air, dan ZPT organik pada permukaan wortel setiap 2 ahad sekali.
  • Rutin melaksanakan penyiraman pada sore hari.
  • Dalam masa 1 bulan, flora wortel akan mulai berbunga, dan 2 minggu setelahnya bunga akan mekar.
  • Apabila bunga wortel berganti warna menjadi kecoklatan, maka wortel telah siap untuk dipanen.




3. Teknik Pembenihan Wortel





Rendam bibit wortel dengan pupuk organik cair seorang ahli tumbuhan pangan sekitar 30 menit sebelum bibit ditanam. Proses perendaman ini bermaksud agar bibit wortel bisa cepat tumbuh, membuat kemajuan wortel menjadi seragam, serta tidak gampang terjangkit penyakit.





4. Menyiapkan Lahan Untuk Menanam Wortel





Wortel sejatinya dipanen untuk umbinya. Karenanya, media tanah yang digunakan mesti dibentuk gembur dengan pembajakan sedalam 40 cm. Sesaat setelah tanah simpulan dibajak, taburkan pupuk kompos atau pupuk kandang sebanyak 10-20 ton per hektarnya, bergantung pada tingkat kesuburan dari tanah yang ada.





Apabila tingkat keasaman tanah budidaya di bawah 5,5 pH, maka petani dapat menaburkan dolomite atau kapur pertanian guna meningkatkan pH tanah. Setelah itu, teruskan dengan menciptakan bedengan dengan ukuran tinggi 20-30 cm dan lebar 100 cm. Atur bedengan tadi dengan jarak 40-50 cm.





Baca Juga : Panduan Lengkap Cara Budidaya Aquaponik untuk Pemula





5. Proses Menanam Wortel





Proses Menanam Wortel
(Sumber: Bibitbunga.com)




Jika ketimbang tumbuhan sayuran yang lain, cara menanam wortel terbilang gampang untuk dijalankan.





Tanam benih wortel pada area bedeng yang telah disiapkan dan tutup dengan pupuk kompos setinggi 0,5-1 cm. Larikan area tanam mampu ditutup memakai daun pisang atau tumbuhan lainnya biar lokasi budidaya tidak tergenang dikala hujan.





6. Cara Pemeliharaan Dan Pemupukan Tanaman Wortel





Tumbuhan wortel yang dirawat dengan baik akan memberikan hasil yang lebih optimal. Perawatan wortel sendiri dibagi menjadi 3 hal, ialah penjarangan dan penyiangan, pengairan, serta pemupukan.





a. Penjarangan dan Penyiangan





Penjarangan yaitu suatu proses pengurangan jumlah flora dengan tujuan untuk memberikan ruang yang lebih besar kepada flora tersebut. Sehingga flora wortel dapat berkembang lebih optimal.





Sementara itu, proses penyiangan adalah proses pembersihan lahan dari hama pengganggu, entah itu tanaman liar atau hewan. Penyiangan gulma dapat dilakukan dengan mencabut gulma atau memakai alat seperti garpu untuk membersihkan tumbuhan liar dan rumput pengganggu yang berkembang di sekeliling lahan budidaya wortel.





Gulma mesti secepatnya disingkirkan alasannya adalah selain akan menyerap nutrisi dari dalam tanah, gulma juga menjadi tumbuhan inang atas aneka macam hama dan penyakit tanaman.





b. Perairan Tanaman Wortel





Pada awal pertumbuhannya, flora wortel memerlukan air yang cukup. Karenanya, petani mampu melakukan penyiraman saban hari pada wortel yang gres ditanam. Baru dikala tumbuhan wortel tumbuh besar, penyiraman dapat dikurangi.





c. Pemupukan Tanaman Wortel





Pemupukan susulan pada tumbuhan wortel dapat dilakukan saat flora ini mencapai usia 30 hari, terhitung semenjak hari pertama wortel ditanam. Prosedur pemupukan dilakukan dengan tunjangan pupuk urea dan kcl lewat perbandingan 2:1.





7. Hama dan Penyakit Tanaman Wortel





Hama dan penyakit adalah salah satu hambatan terbesar yang dihadapi para pelaku budidaya wortel. Ini karena serangan hama dan penyakit mampu membuat flora tidak berproduksi pada titik maksimalnya, bahkan dalam beberapa perkara akan membuat gagal panen.





Untuk menanggulangi hama dan penyakit yang menyerang tanaman wortel, petani dapat melakukan hal berikut:





a. Hama Tanaman Wortel





Wortel sangatlah rentan terserang kutu daun dan ulat tanah. Hama kutu daun bisa dibasmi dengan senantiasa mempertahankan kebersihan lahan, utamanya dari keberadaan gulma. Sedangkan untuk ulat tanah mampu dikerjakan dengan mencari sarangnya saban hari dan memusnahkannya dikala menemukannya. Namun jika serangan hama ini berada diatas ambang ekonomi, maka petani dapat menaburkan insektisida berbahan aktif karbofuran pada tumbuhan wortel.





b. Penyakit Tanaman Wortel





Penyakit yang kerap menyerang wortel ialah bintil akar dan bercak daun. Bintil akar sendiri memiliki tanda-tanda benjolan pada umbi wortel yang diakibatkan oleh nematoda. Upaya pencegahan yang mampu dilaksanakan untuk penyakit ini yakni dengan melaksanakan pergiliran flora jenis lain dari keluarga yang berbeda.





Sedangkan untuk bercak daun, mampu ditanggulangi dengan perlindungan bio organic stimulant pada media tanah dikala tanaman wortel berumur 30 hari.





Baca Juga : Panduan Cara Budidaya Tanaman Buncis Termudah Bebas Hama





8. Cara Panen Wortel





Cara Panen Wortel
(Sumber: Referensibebas.com)




Pemanenan wortel mampu dilaksanakan ketika tumbuhan ini menginjak usia 3 bulan sejak awal penanamannya. Apabila wortel yang telah matang tak kunjung dipanen untuk waktu yang usang, umbi wortel akan berubah menjadi keras, dan kualitasnya pun akan menurun.





Proses pemanenan wortel sendiri mampu dilaksanakan dengan cara mencabut umbinya. Pastikan untuk melakukannya dengan hati-hati agar umbi tidak lecet atau patah, alasannya adalah akan menimbulkan umbi menjadi amis dan tidak laris di pasaran. Setelah itu, bersihkan umbi dari tanah atau kotoran yang menempel.





Itulah beberapa tahapan dalam cara menanam wortel lengkap dengan prosedur perawatannya. Cukup gampang untuk dicontoh bukan?





Jangan lupa untuk ikuti kemajuan situs web kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram TrikMerawat.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.


Comments

Popular posts from this blog

Teladan Autobiografi Bahasa Inggris

Cara Membuat Lemon Tea Yang Bisa Menurunkan Berat Badan

Gas Dryer