Trik Belakang Layar Cara Penggemukan Sapi Yang Benar Dan Aman


Sapi adalah salah satu binatang ternak dengan ragam faedah. Dari daging hingga kotorannya mampu menghasilkan banyak laba. Sayangnya, penduduk di Indonesia masih beternak sapi secara tradisional sampai dikala ini. Padahal bila ditelusuri lebih lanjut, ada satu cara penggemukan sapi potong yang mampu dijalankan secara organik hanya dalam periode 100 hari untuk bisa panen.





 Cara Penggemukan Sapi Potong










1. Pemilihan Bibit Sapi





Pemilihan Bibit Sapi
(Sumber: Youtube.com)




Memilih bibit unggul untuk ternak sapi harus dijalankan secara tepat. Bila salah dalam memilih bibit atau bibit yang dipilih tidak baik, maka ongkos yang harus dikeluarkan peternak akan jauh lebih banyak ke depannya. Guna menghindari potensi kerugian tersebut, di bawah ini merupakan cara pemilihan bibit sapi untuk prosedur penggemukan sapi yang benar.





  • Baik setempat ataupun persilangan, bibit sapi mesti memiliki produktivitas yang tinggi. Salah satu jenis sapi yang dapat digunakan yaitu peranakan Ongole (PO) dan Madura.
  • Gunakan bibit sapi jantan karena mempunyai pertumbuhan yang lebih singkat.
  • Pilihlah sapi muda dalam usia 1-2,5 tahun dengan bobot kurang lebih 200 kg alasannya mempunyai tekstur daging yang lebih halus, kandungan lemak rendah, serta warna lemaknya muda. Sehingga keempukan daging yang hendak dihasilkan akan lebih baik.
  • Memilih sapi yang sehat dengan indikator:
    • Memilih sapi dengan punggung yang rapi.
    • Sapi tidak terlalu kurus tetapi sehat.
    • Memilih sapi yang semok karena bisa menghasilkan karkas lebih banyak.




  • Asal usul sapi terang.
  • Asal undangan indukan sapi terang.




Baca Juga : Informasi Lengkap Cara Budidaya Sapi Brahman Cepat Besar





2. Sistem Penggemukan Sapi





Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan metode penggemukan sapi. Mulai dari cara sumbangan pakan, usia dan keadaan sapi, luas sangkar, serta lamanya proses penggemukan sapi. Di Indonesia sendiri, mekanisme penggemukan sapi yang cukup efisien yakni kereman/dikandangkan. Melalui cara ini, disamping akan meningkatkan nilai jual sapi, juga akan memperlihatkan nilai tambah kepada kotoran ternak yang dihasilkan.





Adapun cara untuk menggemukkan sapi dengan sistem Keraman yaitu:





  • Sapi dikandangkan.
  • Tidak menghalangi pakan dan air minum.
  • Memberikan pakan rumput hijau dengan konsentrat.
  • Pemberian perhiasan dan obat cacing guna mengembangkan nafsu makan dan daya tahan sapi.
  • Proses penggemukan dijalankan selama 100 hari.




Pada umumnya, penggemukan sapi berlangsung antara 4 sampai 6 bulan dan memakan banyak ongkos untuk perawatannya. Melalui tata cara pemeliharaan yang benar dan sempurna, peternak dapat menyingkat waktu hanya dengan 100 hari. Ditambah dengan sumbangan pakan lengkap dengan tambahan, akan menolong perkembangan sapi lebih optimal.





3. Pemberian Pakan





Pemberian Pakan
(Sumber: Medium.com)




Pakan ialah sumber protein bagi sapi yang diubah menjadi energi untuk menunjang pertumbuhannya. Jumlah dan kualitas pakan ternak yang diberikan haruslah mencukupi agar energi yang diperoleh bisa diubah dalam bentuk daging dan lemak. Dalam upaya peternak untuk memilih bahan pakan ternak sapi, terdapat beberapa hal yang perlu dikenali, seperti:





  • Memilih jenis pakan ternak yang gampang ditemukan.
  • Pakan mengandung zat gizi yang baik untuk perkembangan sapi.
  • Merupakan jenis pakan yang ada di setiap waktu dan harga yang patut.
  • Pakan sapi boleh diganti dengan jenis yang lain asalkan kandungan gizinya sama.
  • Pakan sapi tidak mengandung racun, tidak rusak, ataupun produk pakan yang dipalsukan.




Hijauan menjadi bahan pokok utama untuk pakan ruminansia yang umumnya terdiri atas rerumputan, kacang-kacangan, dan dedaunan.





Dalam 1 harinya, sapi membutuhkan 10-12% pakan hijauan dan pakan pemanis sejumlah 1-2% dari total bobotnya.





Pemberian pakan ini mampu dikerjakan 3 kali dalam sehari. Sedangkan pakan pemanis akan diberikan sebelum pakan hijauan. Disamping pakan yang cukup, sapi juga membutuhkan tambahan untuk menunjang pertambahan berat badannya.





4. Manajemen Kandang Sapi Potong





Kandang berfungsi selaku daerah berlindung bagi sapi dari terpaan hujan dan teriknya panas matahari serta menghalangi ruang gerak sapi supaya terjadi penimbunan daging dan lemak pada tubuhnya. Syarat sangkar sapi potong yang bagus mempunyai mencakup hal-hal berikut:





  • Dekat dengan sumber air.
  • Konstruksi kandang harus besar lengan berkuasa dan kuat.
  • Memiliki tempat pembuangan limbah, dalam arti ventilasi cukup.
  • Kandang sapi mesti jauh dari pemukiman warga.
  • Kandang sapi perlu didesain lebih tinggi dari jalan masuk jalan di sekitarnya guna menangkal adanya genangan air.




Salah satu tipe kandang yang efektif untuk digunakan yakni sangkar ganda. Dimana jenis sangkar ini terdiri dari 2 baris sapi yang saling berhadapan. Dan diantara 2 baris tersebut terdapat gang kecil berjarak 1,5 meter untuk menjadi kanal bagi peternak saat hendak memberikan pakan.





5. Pencegahan dan Pengobatan Agen Penyakit





Pencegahan dan Pengobatan Agen Penyakit
(Sumber: Tirto.id)




Dalam perjuangan peternakan sapi potong tidak bisa dilepaskan dari yang namanya penyakit. Mulai dari jenis penyakit yang mudah ditangani sampai penyakit berat penyebab kematian. Menjaga kesehatan sapi menjadi teknik pengendalian utama yang bisa dikerjakan peternak semoga tidak mengakibatkan kerugian. Adapun langkah-langkah pengendalian tersebut meliputi:





  • Kontrol berkala kesehatan sapi dan dukungan vaksinasi.
  • Selalu membiarkan lantai kandang sapi dalam keadaan kering.
  • Mengkarantina sapi yang sakit dan segera mengobatinya semoga tidak menularkan penyakit kepada sapi yang lain.
  • Menjaga kebersihan dan peralatan kandang sapi potong.
  • Rutin memandikan sapi.




Baca Juga : Cara Merawat Sapi Cepat Gemuk dalam Waktu Singkat





Jenis Penyakit Pada Sapi Potong










Di bawah ini ialah berbagai jenis penyakit yang kerap menyerang sapi potong.





1. Kembung





Tersumbatnya akses gas sehingga menimbulkan sistem pencernaan tidak tanpa gangguan sekaligus menciptakan bab perut sapi membengkak disebut sebagai kembung. Apabila tidak ditangani dengan segera, penyakit ini akan menyebabkan ajal pada sapi.





Kembung mampu dicegah dengan tidak memperlihatkan pakan rumput yang masih berair. Agar gas dalam metode pencernaan bisa keluar, peternak bisa menawarkan minyak kelapa dan penicillin pada sapi. Atau bisa juga dengan menelepon petugas vet untuk melaksanakan trocar tusuk pada bab lambung sebelah kiri sapi.





2. Kudis





Kudis menjadi penyakit zoonosis yang mampu menular pada insan. Gejala kudis yang biasa terjadi yaitu:





  • Sapi tampakgatal-gatal dan kerap menggigit bagian tubuhnya.
  • Bulu sapi rontok.
  • Menggosokkan tubuhnya ke kandang.
  • Timbul bercak bubuk-debu pada badan sapi.




Bila mendapati satu atau keseluruhan tanda-tanda tersebut, peternak perlu melaksanakan sanitasi sangkar sapi potong dan mengkarantina sapi yang terserang kudis supaya tidak menularkannya pada ternak lainnya.





Pengobatan kudis mampu dikerjakan dengan mencukur habis bulu sapi dan kerok bagian kulitnya, lalu bersihkan dengan air hangat. Atau mampu juga dengan mengoleskan belerang dan oli bekas sebagai alternatifnya.





Baca Juga : Ketahui 5 Cara Merawat Kambing Agar Tidak Praktis Sakit





3. Cacingan





Cacingan akan mengakibatkan badan sapi menjadi kurus, mata sayu, hidung dan ekspresi kering, nafsu makan turun, bulu kusam, juga diare. Untuk menghindari kehadiran penyakit ini, peternak harus mencampakkan sisa masakan di dalam sangkar dan mengusahakan supaya kandangnya tidak terlalu lembab. Selain itu, rutin menunjukkan obat cacing yang diberi albendazole mampu menjadi langkah-langkah preventif atas penyakit ini.





Itulah beberapa cara penggemukan sapi yang efektif untuk memajukan bobot sapi potong. Dengan waktu ternak yang singkat, perawatan mudah, dan ongkos yang tidak terlalu besar, keuntungan yang didapatkan pun mampu lebih dioptimalkan.





Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram TrikMerawat.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.


Comments

Popular posts from this blog

Teladan Autobiografi Bahasa Inggris

Cara Membuat Lemon Tea Yang Bisa Menurunkan Berat Badan

Gas Dryer